2012 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

4,329 films were submitted to the 2012 Cannes Film Festival. This blog had 13,000 views in 2012. If each view were a film, this blog would power 3 Film Festivals

Click here to see the complete report.

New Life, New Post, New Spirit

Waw, cukup lama sekali saya sudah tidak bermain lagi di blog saya ini.  Post terakhir di blog ini adalah sekitar satu setengah satu tahun yang lalu. Hmm lama sekali ya. Ada banyak perubahan yang terjadi di hidup saya (tentu saja selain tinggi dan berat badan saya). Kesibukan serta munculnya media social seperti facebook dan terutama twitter, membuat saya (dan mungkin beberapa blogger yang lain) merasa sedikit malas untuk meng-update blog mereka.

Dengan memposting baru ini, ada setitik kepuasan karena nostalgia untuk menulis mulai muncul kembali (walaupun tidak sesering dulu). Selain sudah memiliki kesibukan sendiri, akses internet di kantor pun di block untuk mengunjungi situs-situs yang tidak ada hubungannya dengan dunia kerjaan.

Ada satu perkataan yang masih saya ingat dari direktur saya ketika saya pertama kali wawancara kerja di tempat saya bekerja saat ini, yang jika diterjemahkan artinya “Dunia kerja itu sangat kejam, ia bisa membunuh siapapun, bahkan orang tercerdas sekalipun, tapi ia tidak bisa membunuh orang yang telah mempersiapkan diri sebelumnya”. Yap, saya rasa perkataan itu ada benarnya. Orang-orang yang bekerja di perusahaan sekelas Nokia, Research in Motion, atau di salah satu Bank Investasi terbesar di Amerika (baca : Mantan)  seperti Lehman Brothers, banyak dari mereka yang di PHK. Mereka bukan orang sembarangan, dan kalau ditanya masalah intelektualitas, saya rasa tidak perlu dipertanyakan. Yang terpenting dari kasus ini adalah seberapa siapkah kita dalam menghadapi masalah tersebut.

Disini saya tidak akan berbicara mengenai wirausaha, bisnis atau sejenisnya. Tingkat kesiapan disini tidak terbatas dari seberapa banyak kekayaan yang kita punya, tapi lebih ke seberapa kuat mental seseorang dalam menghadapi kondisi tersebut.

Mengutip perkataan dari seorang teman, ia mengatakan “It doesn’t important how much money you can earn, but the most important thing is how much many you can save” . Ya perkataan tersebut sedikit “menyentil” saya, mengingat saya termasuk orang yang sangat boros dalam hal me-manage  uang. Bukan karena saya bekerja di sektor perbankan, lalu menyarankan anda ramai-ramai untuk menabung di bank. Bukan, bukan itu.  Maksud dari men-save uang disini adalah tidak terbatas dari berapa banyak uang yang bisa kita simpan, tapi lebih kepada seberapa bijak kita mempergunakan uang tersebut untuk kebutuhan kita, dengan memperhatikan faktor-faktor kepentingan di masa yang akan datang.

Oh iya, kok postingan ini sedikit tidak terarah ya :) Maklum, sudah cukup lama saya tidak menulis bebas seperti ini #SelfDefense.com . Yah, I just hope that through this posting , could motivate me to share something inside my mind :)

Last but not least, karena saya menulis ini di bulan Ramadhan, saya mau mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa bagi yang menjalankannya. Mohon maaf apabila ada kesalahan kata dan tindakan yang saya ucapkan baik melalui lisan, perbuatan, maupun melalui postingan di blog ini :)

The thesis problems….

Well, as you may already know (I guess :D) that currently I’m the final year student, and like other people think about what final year students do is taking a final assignment (in this case we’re used to calling it as a thesis or dissertation).Well that’s exactly what i though a few months ago. I decided to take my own thesis, and my reason was i just wanna graduate soon. Yah every student wants to graduate soon and gets the job or scholarship after finishing their study. Hmm, sounds classic, but that’s the reality which we can deny since it has been happening since a  long long time ago. Yah some of my friends said that my reason was wrong, since we don’t even know what likely happen in our future, so we’ve got to maximize all the time we currently have. Yah i received all of those advices with open-handed. And thanks a lot for that.

But sometime we often forget about the essential of learning itself, some people (maybe including me) think that parameter of getting success on learning process is by getting as high score as possible, that’s why some people have a target for getting minimum GPA. We can’t say that it’s the wrong opinion, but we can clearly say that it’s the improper opinion, yah it seems like a collocation. On the other side, Some people think that the success parameter on learning process is by the outcome by which can give solution or at least benefit about a solving problem that faced by the societies, companies or any other fields.

I am definitely sure that most people think for the first one, even in a little time they think for the second. The reason is clear since we need a symbol of the failure or success about the action that we have already done. That’s exactly what a math lecturer explains to us, the symbol for showing 1+1 is “2”, notwithstanding we can clearly say that 1+1 equal 5-3 or log 100.

Well, i will no longer discuss about that on my writing :D, due to the fact that it’s not my specialization :D .

Go back to the main topic, I am definitely sure that every student ever has a problem about finishing the problem regarding to their own thesis, even the level of the problem itself is different. Some people could overcome it but often the rest people just go away from their own problem and finally they do some illegal actions like buying an illegal thesis or doing plagiarism, ooh poor them.

Well, I am  intentionally not giving  some recommendations about those things since i want to give some spaces for us to think about what we supposed to do.

So, just think about it and do the action…

Pidato anak kecil yang mengguncang sidang PBB

Cerita ini berbicara mengenai seorang anak yg bernama Severn Suzuki seorang anak yg pada usia 9 tahun telah mendirikan Enviromental Children’s Organization ( ECO ).
ECO sendiri adalah Sebuah kelompok kecil anak" yg mendedikasikan diri Untuk belajar dan mengajarkan pada anak" lain mengenai masalah" lingkungan.
Dan mereka pun diundang menghadiri Konfrensi Lingkungan hidup PBB, dimana pada saat itu Seveern yg berusia 12 Tahun memberikan sebuah pidato kuat yg memberikan pengaruh besar ( dan membungkam ) beberapa pemimpin dunia terkemuka.

Apa yg disampaikan oleh seorang anak kecil ber-usia 12 tahun hingga bisa membuat RUANG SIDANG PBB hening, lalu saat pidatonya selesai ruang sidang penuh dengan orang" terkemuka yg berdiri dan memberikan Tepuk Tangan yg meriah kepada anak berusia 12 tahun.

Inilah Isi pidato tersebut: (sumber The Collage Foundation)

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization
Kami Adalah Kelompok dari kanada yg terdiri dari anak" berusia 12 dan 13 tahun. Yang mencoba membuat Perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil. Untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, Hari ini Disini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada disini mewakili anak" yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada disini untuk berbicara bagi binatang" yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitat nya. kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubang nya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.

Saya sering memancing di di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan"nya penuh dengan kanker. Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang" dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang" liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu". tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal" tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah" kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahan nya. Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahan nya tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan Hutan-Hutan seperti sediakala di tempatnya yang sekarang hanya berupa padang pasir..
Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya.
TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!

Disini anda adalah deligasi negara-negara anda. Pengusaha, Anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenernya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki" dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.
Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya Hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di Negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan, kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang. walaupun begitu tetap saja negara" di utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.

Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak" yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: " Aku berharap aku kaya , dan jika Aku kaya, Aku akan memberikan anak" jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal . dan Cinta dan Kasih sayang " .
Jika seorang anak yang berada dijalanan yang tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak" tersebut berusia sama dengan saya , bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar. bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak" yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .
Saya hanyalah Seorang anak kecil namun saya tahu bahwa jika semua Uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemisikinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.

Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain.
Mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan.
Tidak menyakiti makhluk hidup lain, Berbagi dan tidak tamak..
Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarakan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri Konfrensi ini. mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak" anda semua , Anda sekalianlah yang memutuskan dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak" mereka dengan mengatakan " Semuanya akan baik-baik saja ". ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan’ dan ‘ ini bukanlah akhir dari segalanya’
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua?
Ayah saya selalu berkata ‘ kamu akan selalu dikenang karena perbuatan mu bukan oleh kata" mu ‘
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari. kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami.
Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata" tersebut.
Sekian dan terima kasih atas perhatian nya.

Servern Cullis-Suzuki telah membungkam 1 ruang sidang Konfrensi PBB, membungkam seluruh Orang" penting dari seluruh dunia hanya dengan pidatonya, setelah pidato nya selesai serempak seluruh Orang yang hadir diruang pidato tersebut berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah kepada anak berusia 12 tahun.
dan setelah itu ketua PBB mengatakan dalam pidato nya..

" Hari ini Saya merasa sangatlah Malu terhadap Diri saya sendiri karena saya baru saja disadarkan betapa penting na linkungan dan isi nya disekitar kita oleh Anak yang hanya berusia 12 tahun yang maju berdiri di mimbar ini tanpa selembar pun Naskah untuk berpidato, sedang kan saya maju membawa berlembar naskah yang telah dibuat oleh assisten saya kemarin… Saya … tidak kita semua dikalahkan oleh anak yang berusia 12 tahun "

Cerita ini benar" terjadi dan pidato severn Cullis-Suzuki itu benar" pidato yang dikatakan nya dalam pidato tersebut tanpa dilebih" kan .

Apa yang anda dapat dari cerita tersebut?

* Tolong sebarkan cerita ini ke semua orang yang anda kenal, bukan untuk mendapatkan nasib baik atau kesialan kalau tidak mengirimkan, tapi mari kita bersama-sama membuka mata semua orang di dunia bahwa bumi sekarang sedang dalam keadaan sekarat dan kita-lah manusia yang membuatnya seperti ini yang harus bertindak untuk mencegah kehancuran dunia. Kesehatan masyarakat dunia ada di tangan masing-masing dari kita. Karena lingkungan juga memiliki pengaruh besar dalam menentukan status kesehatan dan penyakit epidemik yang dapat ditimbulkan. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, dan mulai saat ini juga menjaga lingkungan kita dan memperbaiki pola hidup kita agar ramah lingkungan.

Test Windows Live Writer

Ehm.. Baru mulai nulis lagi nih. Hmm postingan ini gua ketik pake software Windows Live Writer (Bagian dari Paket Windows Live 2009 di Windows 7). Abis seneng nih, soalnya gua terkejut kecepatan download SMART EVDO gua naik drasti jadi 1.26Mbps (hehe padahal kemarin2 gak pernah nyampe 200 kbps). Udah dulu lah (Kan cuma buat ngetest.. :D )

 

Ini Speedtest yang baru aja gua coba…

Capture SPEED TEST

 

Ini lebih gila lagi (Ini asli looh)

speedtest gua bocor

Kalo Ini tampilan Windows Live Writer

Windows Live Capture

Btw ada bisa di preview juga loh…

 

Preview

 

Hmmm, kayaknya posting blog di wordpress lebih asik pake ini deh :)

 

Coming back…..

Waww, terakhir gua liat gua posting tanggal 20 Februari, sekarang gua mulai posting lagi bulan Juni, berarti sudah sekitar 4 Bulan gw gak posting di blog, wewww lama kali.

Hmm sebenernya apa sih yang mulai membuat gua buat ngeposting lagi, hmm sebenernya banyak unek2 yang pengen gw omongin cuma gak tau mesti lewat apa. Mulai dari kegiatan kuliah semester ini yang lumayan sibuk dengan tugas2nya yang kadang harus sering2 bergadang.

Selain itu sih gw mulai kepikiran buat ngeposting lagi gara2 semalem gua baru nonton film Kambing Jantan, hehe. Tau lah cerita yang diangkat dari kumpulan tulisan2 di blog yang akhirnya di filmkan. Bener2 kocak tuh film, salah satu film Indo yang gw rekomendasikan buat ditonton (karena sejatinya gua rada2 males nonton film indo, hehe). Si punya cerita juga masih aktif kok dengan blognya yang berada di alamat ini.

Sebenernya sekarang gua lagi UAS, padahal temen2gw di UGM sekarang sedang asik2nya menikmati minggu tenang mereka, tapi karena pas tanggal 17-24 Juni yang bertepatan dengan jadwal UAS UGM,ternyata gua ada acara lain, Alhamdulillah dengan segala usaha keras (cieee gak juga sih sebenernya) akhirnya gua terpilih sebagai delegasi UGM untuk mengikuti acara The 11th ASEAN University Network (AUN) Educational Forum and Young Speaker Contest, temen gua bilang gua adalah orang yang beruntung tapi tidak cukup beruntung, ya gua beruntung untuk mewakili UGM di acara bergengsi tersebut namun disisi lain gw gak cukup beruntung karena buat tahun ini acaranya bakal diadakan di Indonesia, di Universitas Indonesia lebih tepatnya, padahal tahun2 kemarin acaranya diadakan di Brunei, Singapur, Laos, Thailand dan negara2 ASEAN lainnya, tapi gapapa deh , sudah diterima saja rasanya senang banget. Nah tema buat tahun ini akan mengangkat tema “Global Economic Crisis : Challenges and Opportunities For ASEAN”, yah intinya adalah bagaimana ASEAN dapat memaksimalkan perannya dalam kancah Internasional dalam mengurangi dampak yang mungkin terjadi akibat global ekonomi krisis. Yah diacara ini gua diminta untuk mempresentasika paper gw tentang tema tersebut dihadapan para kontestan dari negara lain beserta para petinggi ASEAN, hmmm cukup grogi tapi gampanglah masalah grogi bisa diatasi.

Selanjutnya gua juga harus mem-force diri gue buat belajar lebih keras buat UAS kali ini, ya karena selain gua ujian sendirian dan dihadapan dosen langsung, jadwalnya juga cukup padat, pokoknya jadwalnya gak asik banget deh, yah tapi itu emang resiko yang mesti gua ambil.

Apa lagi ya? hmmm, mungkin itu dulu kali ya, lain kali gua akan mencoba untuk memposting apa yang gua alami, kejadian yang menari untuk gua posting, dll.

Well, see u soon….

The sixth semester has begun..

Yups kuliah mulai lagi, saat ini gua dah masuk semester 6 (Actually I though that the time has run so fast). Yah gua harus masang strategi untuk mempertahankan nilai yang udah gua capai pas semester kemarin (Alhamdulillah, Finally I succeeded in getting the perfect GPA (4.00) in my 5th semester ).

Setidaknya ada beberapa matakuliah yang rada2 harus diperdalam menurut gua yaitu Sistem Informasi Terdistribusi , Manajemen Proyek dan Bioinformatika . Selain tugas di ketiga matkul tersebut -kata yang udah pernah ngambil- sangat banyak , juga penilaian cukup ketat. Gak aneh banyak juga yang dapet nilai C bahkan D di matkul tsb.

Besides those, karena semester7 I will take my final assignment so I have to think about the topic that I wanna take. Yah gua gak mau aja dikejar2 dosen gara2 proposal TA (Tugas Akhir) belum kelar2, dan pastinya gak mau dikejar orang karena ada utang, hehehe…

Kayaknya gua harus nambah jam belajar gua deh di semester ini, alasannya ya karena matkul2 diatas itu, dan alasan utamanya sih supaya bisa mempertahankan apa yang udah gua dapet, ternyata emang bener , Merebut memang lebih mudah ketimbang mempertahankan.

Keep Spirit…. :-)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.