Penting gak sih dimana kita Belajar / Kuliah ?…

Hmm sekilas pertanyaan itu muncul di benak gw.. Emang penting ya kita mau kuliah dimana? Pertanyaan itu mungkin muncul dikarenakan banyak yang bilang kalo kampus ini lebih baik dari kampus itu, peringkat kampus ini lebih baik dari kampus itu. Gw kadang-kadang rada2 gak suka sih mendengan pernyataan kayak gitu, Kita bisa kuliah aja juga Alhamdulillah banget, yah mengingat kondisi Indonesia yang kayak gini.

Pendidikan itu kayaknya udah seperti kasta tersendiri di Masyarakat kita, lihat aja kalo ada mahasiswa yang berjalan dengan gaya nya yang sok intelek itu ditengah masyarakat yang-Maaf-mungkin pendidikannya kurang. Terlebih lagi pemisahan antara kampus negeri dan swasta, seolah ada anggapan kalo kita kuliah di kampus swasta maka kita akan mengalami MADESU (Alias Masa Depan Suram), gw asli menolak abis ma nih kata-kata. Kalo di indonesia kampus Negeri yang di agung2 kan. justru ini bertolak belakang dengan pendidikan di Amerika (saya mengambil contoh disini karena, Negara ini konon katanya memiliki Kampus2 yang pendidikannya bergengsi), di Amerika justru kampus2 swasta lah yang “di agung2kan”. Lihat aja sederet Universitas bergengsi seperti Harvard, Yale, Stanford, Princeton, MIT, dll itu semua adalah kampus2 swasta yang ada di amerika, dan kampus itu hampir gak pernah absen dalam menduduki jajaran peringkat 10 Besar Perguruan Tinggi terbaik dunia. Kampus negeri di Amerika Hanya beberapa yang masuk dalam daftar diantaranya adalah Universitas California Berkeley, itupun memiliki biaya kuliah yang bisa dibilang mahal, yaitu sekitar 200 Juta setiap tahunnya, belum ditambah dengan biaya hidupnya.

Hmm ada lagi fenomena mengenai masalah prestisius, jurusan yang prestisius di Masyarakat seperti Jurusan Kedokteran, Farmasi, Ilmu-ilmu IT(maaf karena saya dari bidang2 eksakta mungkin itu yang saya sebutkan,beda lagi dengan ilmu-ilmu sosial), setiap Tahun  selalu menjadi incaran para calon Mahasiswa, entah karena itu memang pilihan mereka pribadi atau karena tuntutan Orang Tua. Ada yang bilang ke saya sepert ini : “Wah dia dari jurusan A, pasti lebih pintar dari kita yang Jurusan B” atau “Ih dia kan dari Jurusan C, kita pasti lebih pintar lah karena Grade Jurusan kita (B) kan lebih tinggi”, saya seperti ada sedikit rasa muak (mungkin terlalu kasar ya0, yah tapi itulah kenyataannya.

Padahal setiap manusia kan memang diciptakan dengan kecerdasa yang berbeda, yah mungkin yang kuliahnya di bidang psikologi lebih mengerti tentang hal ini.

Kadang saya merasa miris dengan peringkat2 PT di Indonesia, beberapa bulan lalu mulai keluar Peringkat PT Dunia dari TopUniversities yang menempatkan 4 PTN Indonesia masuk dalam jajaran 500 besar Dunia, UI(250), ITB (258), UGM(270) dan UNDIP(495), juga Ada lagi pemeringkatan berdasarkan bidang ilmu yang menjadikan Universitas X meraih 3 kategori sekaligus dalam 100 besar dunia, yaitu di bidang Biomedis,Ilmu2 sosial,dan bidang Ilmu sastra dan humaniora.

Juga mulai keluar lagi pemeringkatan dari badan lainnya yaitu WebOmetric,maaf saya lupa mengenai peringkat2nya.

Dan pada saat saya menulis ini keluar lagi pemeringakatn terbaru dari badan yang sama yaitu TopUniversities, yang menempatkan 3 PTN Indonesia masuk dalam 400 besar dunia, yah walaupun mengalami penurunan, yaitu UGM peringkat 360,  ITB Bandung peringkat 369,  UI peringkat 395 yang bersumber dari alamat ini.

Mungkin beberapa pihak ada yang menganggap pemeringkatan ini penting, namun ini malah seperti membuat “kesombongan” tersendiri bagi yang sempat mengenyam pendidikan di 3 PTN diatas.  Itu bisa saja terjadi, tapi sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan peningkatan SDM dari masing individu tersebut.

Saya jadi miris mengingat teman-teman saya pernah bercerita bahwa dia kuliah di sini karena, sewaktu dia mengikuti Olimpiade Matematika Internasional, Visa nya tidak diurus pemerintah, sehingga dia tidak jadi mengikuti kompetisi yang setidaknya bisa mengangkat Harga Diri Bangsa Indonesia dihadapan Dunia, atau adalagi adik kelas saya Di Universitas yang sama, dia telah meraih Medali Perunggu dalam ajang  Olimpiade Komputer Internasional di Zagreb,Kroasia . Namun sepulang dari sana, dia malah bingung karena tidak ada Universitas yang mau menerimanya, tetapi akhirnya adik kelas saya ini, untungnya diterima dengan beasiswa full di tempat saya belajar.

Satu lagi, temannya adik kelas saya ini yang sesama peserta Olimpiade diterima di salah satu PT di bandung, namun jurusan yang dia dapat malah berlawanan dengan bidang yang dia kuasai. Akhirnya asset bangsa ini malah diambil oleh negara tetangga (Singapura) melalui NTU (Nanyang Technological Universities), hilang lagi satu asset negara.

Makanya gak aneh kalau pendidikan Indonesia, Sulit untuk maju.  

Apalagi dengan “kebijakan” (saya gak tau apakah keputusan ini benar2 bisa disebut bijak) yang menjadikan Beberapa PTN di Indonesia (atau mungkin semua) dijadikan BHP (Badan Hukum Pendidikan), yang kata teman-teman di BEM, ujung2nya Pendidikan di Indonesia malah dijadikan seperti Komoditi Perdagangan.

Lalu bagaimana nasib teman-teman kita yang kurang beruntung, karena tidak sempat mengenyam pendidikan(Boro-boro kuliah, Sampe SMP aja sudah syukur), hmm inilah tanggung jawab pemerintah.

Hehe, kok kata2 gw jadi rada2 serius yah, duh gimana ya caranya supaya bisa enak dibaca, dan biar gak terlalu kaku ? 

Oke deh bro, balik ke masalah awal, jadi menurut gw, dimanapun lo kuliah dan apapun jurusan lo, jangan peduliin deh anggapan2 luar yang terkadang bisa membuat lo frustasi. Lo semua punya kelebihan masing-masing yang orang lain gak punya.

Be Your Self !!! and Keep Spirit !!! .

😉.

5 responses to this post.

  1. Pendidikan di Indonesia secara kesleruhan (bukan berarti semua) bisa dibilang cacat lah. Ga swasta, ga negri. Yg swasta cnderung kapitalis, yg negri bakal condong ke kapitalis. Salah sapa?

    Kalo sayah mah nyalahin kapitalisme global,
    krn efek sampingnya banyak maan.. *nyondongin tangan kek rapper*..

    Balik ke awal *dehem sambil nekkin kacamata*

    Boro2 mikirin “gw anak UI neeh”,
    ngerjain semua paper aja sayah dah syukuuuuur T__T
    *menatap tumpukan buku dan kertas yg hampir membusuk*

    Reply

  2. Posted by zee--zah on December 1, 2007 at 8:36 am

    tif, pede?anmelihat baju orang bukan isi, jadi ya, wajarlah dengan itu

    Reply

  3. Posted by zee--zah on December 1, 2007 at 8:39 am

    ha ha ha

    Reply

  4. Posted by Verdian on December 28, 2007 at 3:17 pm

    gimana kalo kita bikin pooling, “Alumni Universitas apa yang paling banyak masuk Penjara karena korupsi?” atau “UNIVERSITAS MANA YANG MENGHASILKAN KORUPTOR TERBESAR DI INDONESIA..?”. Kita bisa mengambil sampel dari beberapa kasus korupsi besar yg terbongkar di Indonesia (misal: Korupsi Buloogate II, ataupun Korupsi KPU). Hal ini bertujuan agar kita nsyaf dengan kebanggan semu kita yang sangat memalukan itu..

    Reply

  5. Posted by tiftazani on January 4, 2008 at 4:54 pm

    @Verdian : Hmm ide lo cukup bagus juga sih, tapi gw jadi agak kurang setuju nih bro, takutnya malah nanti men-deskreditkan universitas tertentu.

    Menurut yang lain gimana?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: