Archive for the ‘IT’ Category

Merubah lokasi datafile di Oracle…

Tadi gw abis jawab pertanyaan di millis oracle indonesia, pertanyaan nya gimana caranya ngerubah lokasi dari datafile di Oracle. Ya udah daripada yang tau cuma di millis aja, lebih baik gw posting jawaban gw ke blok, yah semoga bisa membantu temen2 yang kesulitan.

Untuk mengubah lokasi datafile, jadikan datafile tersebut offline terlebih dahulu, kemudian pindahkan datafile tersebut menggunakan command dari OS yang kita pakai (istilahnya kalo di windows Ctrl+ X , Ctrl + V),renama datafile tersebut , lalu lakukan recover terhadap datafile tersebut, dan terakhir datafile itu kita jadikan online lagi.

Contohnya seperti ini

1. Menjadikan datafile offline

ALTER DATABASE DATAFILE
‘C:\ORACLE\DATA02.DBF’ OFFLINE;

2. Copy datafile ke lokasi yang baru misal dari folder C:\ORACLE\ ke folder C:\ORACLE\ORADATA\ORA10\

==> Yah tinggal Ctrl+ X , Ctrl + V aja kalo di di windows 🙂

3. Ubah nama filenya di Control file

ALTER DATABASE RENAME FILE ‘C:\ORACLE\DATA02.DBF’ TO
‘C:\ORACLE\ORADATA\ORA10\DATA02.DBF’;

4. Recover datafile tersebut, hal ini bertujuan untuk mensinkronkan file headernya dengan database

RECOVER DATAFILE ‘C:\ORACLE\ORADATA\ORA10\DATA02.DBF’;

5. Jadikan datafile tersebut online kembali

ALTER DATABASE DATAFILE
‘C:\ORACLE\ORADATA\ORA10\DATA02.DBF’ ONLINE;

Dan tersenyumlah 🙂 Datafile siap digunakan kembali 🙂

Salam Hormat

Tiftazani Khara

Soal Ujian OCA (Oracle Certified Association) mengenai View..

You want to view the SQL statements used by all the users in the database to create views. Which dynamic view should you use to obtain this information ?

A. ALL_VIEWS
B. DBA_VIEWS
C. USER_VIEWS
D. DBA_OBJECTS
E. ALL_OBJECTS

Soal Transcender 1Z0-042 , Ref Cert-1Z0-042a.7.5.3

Contoh Soal OCA ini merupakan contoh soal yang memerlukan ketelitian dan daya analisis yang cukup baik. Disoal ini kita diminta untuk menentukan View yang manakah yang dapat menampilkan SEMUA View yang ada di database Oracle. Kesalahan yang dibuat oleh si pembuat soal (Transcender loh, bukan dari Oracle University, Transcender hanya sedikit memodifikasi soal resmi dari Oracle University) adalah si pembuat soal menyebut Option yang ada sebagai Dynamic View, ini merupakan kesalahan yang cukup fatal menurut saya (ca eleh gw 🙂 ), kalau seandainya kesalahan ini dibiarkan berlarut-larut. Mengapa? karena jenis View diatas adalah merupakan jenis Metadata View yang tergolong kedalam kategory Data Dictionary View, dan bukan Dynamic Performance View.

Saya tidak akan membahas masalah apa itu Metadata View, Data Dictionary View, dan Dynamic Performance View disini. Saya akan mencoba membahasnya pada postingan tersendiri (Insya Allah). Namun akan saya jelaskan sedikit mengenai pengertian diatas.

Database Oracle 10g memiliki 2 jenis metadata view , yaitu :
1. Data Dictionary view ( Memiliki nama yang dimulai dengan DBA_ , ALL_ , dan USER_ . Namanya bermakna plural(ada akhiran ‘S’-nya) dan data yang berada didalamnya umumnya huruf besar semua)
2. Dynamic Performance View (Memiliki nama yang dimulai dengan V$ , contohnya V$DATABASE , V$DATAFILE . Namanya bermakna singular (Tanpa akhiran ‘S’-nya) dan data yang berada didalamnya biasanya huruf kecil semua)\

Segitu aja ya penjelasannya, cukup kan, hehe gw kan lagi minggu tenang (sebenarnya gak tenang-tenang banget sih), 5 hari lagi UAS niiih.

Oke kita lanjut ke soal, Untuk menjawab soal diatas saya akan membahasnya melalui praktek secara langsung. Oh ya pilihan yang D dan E, dicoret aja ya, soalnya itu jawaban dah pasti salah, soalnya View ini gak nampilin SQL Statement yang digunakan oleh user untuk membuat View. Gak Percaya? Coba aja sendereeee (i-nya Band Jambrut, bener kan?, mereka kan kalo nyebut ‘i’ seperti ‘e’, dengerin aja lagu-lagunya).

Jadi jawaban yang mungkin adalah pilihan A , B, dan C.

Oke kita akan memulai praktek..

SQL> connect as sysdba;
Enter user-name: sys
Enter password:
Connected.
sql> –saya login sebagai sys, DBA Systemyang memiliki hak paling tinggi, yang memiliki semua privilege
SQL> select count(*) from all_views;

COUNT(*)
———-
3494
SQL> –Oh ya saya gak nampilin isi dari viewnya, cukup jumlahnya aja ya, soalnya kalo ditampilin kepenuhan
SQL> –Jadi saya nampilin jumlahnya aja ya, ingat View yang diminta adalah SEMUA YANG ADA di database.

SQL> select count(*) from dba_views;

COUNT(*)
———-
3494

SQL> select count(*) from user_views;

COUNT(*)
———-
2673

Oke kita lihat,dengan menggunakan USER_VIEWS jumlah yang ada kurang dari dari DBA_VIEWS dan ALL_VIEWS, Jadi bisa dipastikan bahwa pilihan yang C adalah SALAH, karena tidak menampilkan SEMUA View yang ada di dalam database.

Alasan kenapa USER_VIEWS tidak menampilkan semua View yang ada adalah :
USER_VIEWS = View ini bisa digunakan untuk melihat SQL Command yang digunakan untuk membuat View, namun yang bisa dilihat di View ini HANYA VIEW yang terdapat pada Schema/User yang bersangkutan, DAN TIDAK MENAMPILKAN SEMUA VIEW YANG DIMILIIKI OLEH SEMUA USER YANG ADA DI DATABASE.

Dari pengertian diatas , berarti jumlah view yang terdapat di Schema ‘SYS’ adalah sebanyak 2673 View.

Ngerti kan, kenapa? Gak ngerti ?Masa, Ngerti aja deh, yah, yah….Oke deh kakak… 🙂

Oke deh lanjut, sekarang saya akan masuk sebagai user yang lain yaitu user ‘TIFTA’, hohoho…NARSISSS MANIA.

SQL> connect tifta/tifta;
Connected.
SQL> select count(*) from all_views;

COUNT(*)
———-
3494

SQL> select count(*) from dba_views;
select count(*) from dba_views
*
ERROR at line 1:
ORA-00942: table or view does not exist

SQL> select count(*) from user_views;

COUNT(*)
———-
1

Oke deh, hati-hati loooh terhadap tipuan diatas, emang sih jumlah view yang ada di ALL_VIEWS jumlahnya sama dengan jumlah ALL_VIEWS dan DBA_VIEWS pada schema SYS (User dengan tingkatan tertinggi). Namun belum tentu yang benar adalah yang pilihan A . ALL_VIEWS, oh ya pada saat kita ingin melihat jumlah view dengan DBA_VIEWS kok gak bisa ya? Mengapa? Karena kita tidak memiliki hak akses untuk melihat isi dari view tersebut.

Pada USER_VIEWS , yah walaupun jawabannya dah dibuang saya kasih lihat lagi deh, disana jumlahnya 1, Artinya jumlah View yang terdapat di Schema tifta hanyalah berjumlah 1 View.

Oke kita masuk lagi sebagai pengguna lain, yaitu pengguna dengan nama ‘SCOTT’

SQL> connect scott/scott;
Connected.
SQL> select count(*) from all_views;

COUNT(*)
———-
1503

SQL> select count(*) from dba_views;
select count(*) from dba_views
*
ERROR at line 1:
ORA-00942: table or view does not exist

SQL> select count(*) from user_views;

COUNT(*)
———-
0

Hohooo,loh kok jumlahnya cuma 1503 ? lebih kecil sih. Hehe , tuh kan, makanyaaa jangan cepat2 ambio keputusan dulu. Udah liatkan? Jumlah View pada view ALL_VIEWS adalah berjumlah 1503, jadi bukan semuanya, berarti jawaban yang A salah dooong. Hehe tinggal yang B dong, berarti.

Oh ya, mau tau kenapa pada user ‘TIFTA’ jumlah view dengan menggunakan ALL_VIEWS berjumlah 3494 sedangkan pada user ‘SCOTT’ berjumlah ‘1503’ ?

Karena saya baik (duh mulai deh narsisnya) hehe, maka saya kasih tau deh jawabannya.Hal ini terjadi karena pada User ‘TIFTA’ telah diberikan privilege kepadanya dengan System Privilege berupa “SELECT ANY TABLE”, sehingga user ‘TIFTA’ bisa mengakses semua table yang ada. kok Table sih bukan view? haha saya gak mau jelasin ah, kasih komentar dulu dong, lalu tanya kenapa kok pake tabel bukan view, hehe jahat banget ya gw..Tapi kalo gak nanya juga gak papa sih, kali aja kamu udah tau jawabannya, hehe peace :-).

Oke saya akan memberikan hak akses kepada user ‘SCOTT’ melalui perintah ‘GRANT’ ,supaya punya hak akses yang sama dengan user ‘TIFTA’

SQL> –Memberikan Privileges ke User Scott untuk dapat melakukan SQL COMMAND : SELECT ANY TABLE
SQL> GRANT SELECT ANY TABLE TO “SCOTT”;
GRANT SELECT ANY TABLE TO “SCOTT”
*
ERROR at line 1:
ORA-01031: insufficient privileges

Loh kok gak bisa ya?hmm kenapa ya ? hayoo kenapa(duh kayak anak kecil aja 🙂 ). Soalnya di SQL*Plus saya masih login sebagai user ‘SCOTT’ yang belum cukup (ingat loh BELUM bukan TIDAK, soalnya kalo dikasih privileges tambahan ke SCOTT, yah dia dah bisa)mempunyai Privilege untuk melakukan Command diatas. Hal ini ditandai dengan kalimat “insufficient privileges”

Oke Sekarang saya akan login sebagai Administartor (SYSTEM), SYSTEM adalah Administrator yang tingkatnya dibawah SYS (yang merupakan Administrator tertinggi).

SQL> connect system/dua;
Connected.
SQL> GRANT SELECT ANY TABLE TO “SCOTT”;

Grant succeeded.

Oke pemberian hak akses ke user Scott selesai, Sekarang mari kita lihat apa hasilnya?

SQL> connect scott/scott;
Connected.
SQL> select count(*) from all_views;

COUNT(*)
———-
3494

SQL> select count(*) from dba_views;
select count(*) from dba_views
*
ERROR at line 1:
ORA-00942: table or view does not exist

SQL> select count(*) from user_views;

COUNT(*)
———-
0

Tuh kan, hasilnya jadi sama dengan ALL_VIEWS pada user ‘TIFTA’ maupun ‘SYS’. Tapi karena disoal gak pake persyaratan segala (dalam hal ini user SCOTT mesti dikasih privilege “SELECT ANY TABLE”) jadi jawaban yang A. ALL_VIEWS gak valid.

Karena jawaban A ,C ,D, dan E SALAH , maka pilihan yang tepat adalah yang B. DBA_VIEWS.

Mengapa ?walaupun beberapa user tidak bisa menggunakan view DBA_VIEWS, namun hasil yang yang diberikan oleh view DBA_VIEWS adalah konsisten, atau tetap sama, yaitu akan tetap menampilkan jumlah SELURUH VIEW YANG ADA. Kalo belum ngerti baca aja lagi soalnya.

Diantara user yang bisa mengakses View DBA_VIEWS adalah SYS, SYSTEM, SYSMAN, dan DBSNMP , keempat user inilah yang otomatis aktif (siap digunakan) ketika Database pertama kali dibuat.

Oh ya mungkin pada bingung waktu saya ngomong view DBA_VIEWS, view ALL_VIEWS, dan view USER_VIEWS, kok selalu adakata ‘VIEW’nya sih.Hehe wajar aja sih kalo bingung, namanya juga manusia, yag gak fren (halah sok akrab).

Oke, ketiga view diatas (bukan ketiga aja deh, semua pilihan yang ada dari A sampe E) adalah jenis View yang berada dalam Schema SYS, View (yang ada di option ini) semuanya ada dalam kategori Data Dyctionary View, hoho kan saya dah kasih tau penjelasannnya diatas, kok diulang? gak papa deh biar lebih afdhol :-).

Untuk lebih jelasnya akan saya kasih lihat gambarnya (di iSQL*Plus) secara langsung.

Oke deh segitu dulu deh, pokoknya Kalo ada niat, terus lakukan, kejar mimpi lo semua (asal mimpi yang baik ya), mumpung mimpi itu GRATISSSS…

Masukin Input Keyboard ke JAVA? Gimana ya…

/**

* Title : InputConsole

* Deskripsi : Mengambil Input Data Dari Console

*

*/

import java.io.*;

public class InputConsole {

// Membaca string dari keyboard

public static String readString()

{

BufferedReader bfr = new BufferedReader(new

InputStreamReader(System.in),1);

//Menginisialisasi String

String string= ” “;

//Mengambil String dari keyboard

try

{

string=bfr.readLine();

}

catch(IOException ex)

{

System.out.println(ex);

}

//Mengambil strng hasil pembacaan dari keyboard

return string;

}

//Mengambil nilai int dengan parsing string

//input dari keyboard

public static int readInt()

{

return Integer.parseInt(readString());

}

//Mengambil nilai byte dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static byte readByte() {

return Byte.parseByte(readString());

}

//Mengambil nilai short dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static short readShort()

{

return Short.parseShort(readString());

}

//Mengambil nilai long dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static long readLong()

{

return Long.parseLong(readString());

}

//Mengambil nilai float dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static float readfloat()

{

return Float.parseFloat(readString());

}

//Mengambil nilai double dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static double readDouble()

{

return Double.parseDouble(readString());

}

}

Weitsss apa tuh tif? Hehe bingung ya? Listing code diatas adalah code Dari Bahasa Pemrograman Java, fungsi dari kode diatas adalah supa lo bisa masukkin Input dari keyboard di java.

Mungkin ada diantara lo yang nanya, kenapa lo nulis ini tif? (Mungkin loh ya, gak pasti..), yah bagi lo yang baru mulai belajar Java, mungkin (Sekali lagi mungkin…) merasa kesulitan buat masukkin input Console ke program yang sedang lo buat, yah karena Java gak kayak Pascal/C/C++/VB yang dengan seenak jidat lo bisa masukin input semau lo, Ingat JAVA gak kayak gitu..Lah, lalu kayak gimana? Java tuh gak kaya si gitu, tapi kayak si gini…(Ngerti? Apa coba….).

Java emang nyediain library(Ingat loh, Library bukan fungsi khusus..) buat masalah Input/Output (I/O), dan itu ada paket java.io, yah walaupun ada juga yang pake paket Java.util , dan menggunakan funsi scanner.

Dan kalo lo pake import java.io.* , lo bakal pake fungsi InputStreamReader buat masukin input, contoh kodenya adalah sebagai berikut :

import java.io.*;

class DemoInputString {

public static void main(String[] args) throws IOException {

System.out.print(“Masukkan nama Anda: “);

String nama;

InputStreamReader isr = new InputStreamReader(System.in);

BufferedReader br = new BufferedReader(isr);

nama = br.readLine();

System.out.println(“Halo ” + nama +

“, sudahkah Anda mengerti Java?”);

}

}

Itu buat yang masukkin input berupa String, kalo buat yang Karakter ama Numerik beda lagi. Kalo yang data input berupa karakter seperti berikut:

import java.io.*;

class DemoInputKarakter {

public static void main(String[] args) throws IOException {

System.out.print(“Masukkan sembarang karakter: “);

char ch;

InputStreamReader isr = new InputStreamReader(System.in);

BufferedReader br = new BufferedReader(isr);

ch = (char) br.read();

System.out.println(“Karakter yang dimasukkan adalah \'” +

ch + “\'”);

}

}

Dan kalo buat input Numerik kayak gini :

import java.io.*;

class DemoInputNumerik1 {

public static void main(String[] args) throws IOException {

System.out.print(“Masukkan sebuah bilangan bulat: “);

String temp;

int bilangan = 0;

InputStreamReader isr = new InputStreamReader(System.in);

BufferedReader br = new BufferedReader(isr);

// input data dianggap sebagai string

temp = br.readLine();

try {

// konversi dari string ke integer

bilangan = Integer.parseInt(temp);

} catch (NumberFormatException nfe) {

System.out.println(“Data yang dimasukkan ” +

“bukan bilangan bulat”);

System.exit(1);

}

System.out.println(“Bilangan yang dimasukkan ” +

“adalah ” + bilangan);

}

}

Beda kan? Ya iyalah, JAVA kan Bahasa Pemrograman yang “pengen tampil beda”, Cuma jangan keburu bilang JAVA itu susah, JAVA itu mudah, tanamkan dalam diri lo bahwa JAVA itu kayak permen, yang gampang lo kunyah(hehe jelek banget sih analogi gue..). Eits tapi gw juga bukan ahli JAVA loh, gw sama kaya lo semua, yang masih BELAJAR, ingat ya BELAJAR bukan MENGAJAR..jadi kalo masih salah ya maklum..

Oh iya lanjut ke listing code program yang paling awal, jadi kalo lo mau masukin input tinggal lo copy paste aja ke program lo, terus lo bikin deh tambahan class main-nya, berikut contoh nya :

/**

* Title : InputConsole

* Deskripsi : Mengambil Input Data Dari Console

* @author Tiftazani Khara

*

*/

import java.io.*;

public class InputConsole {

// Membaca string dari keyboard

public static String readString()

{

BufferedReader bfr = new BufferedReader(new

InputStreamReader(System.in),1);

//Menginisialisasi String

String string= ” “;

//Mengambil String dari keyboard

try

{

string=bfr.readLine();

}

catch(IOException ex)

{

System.out.println(ex);

}

//Mengambil strng hasil pembacaan dari keyboard

return string;

}

//Mengambil nilai int dengan parsing string

//input dari keyboard

public static int readInt()

{

return Integer.parseInt(readString());

}

//Mengambil nilai byte dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static byte readByte() {

return Byte.parseByte(readString());

}

//Mengambil nilai short dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static short readShort()

{

return Short.parseShort(readString());

}

//Mengambil nilai long dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static long readLong()

{

return Long.parseLong(readString());

}

//Mengambil nilai float dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static float readfloat()

{

return Float.parseFloat(readString());

}

//Mengambil nilai double dengan parsing string

//Input dari Keyboard

public static double readDouble()

{

return Double.parseDouble(readString());

}

public static void main(String[] args) {

String Nama;

int Umur;

System.out.print(“Masukkan Nama lo : “);

Nama = InputConsole.readString();

System.out.println(“Nama anda adalah “+Nama);

System.out.print(“Berapa umur lo :”);

Umur=InputConsole.readInt();

System.out.println(“Umur anda “+Umur);

}

}

_____________________________________________________________________________

Dan outputnya kira-kira begini :

Masukkan Nama lo : Tiftazani

Nama anda adalah Tiftazani

Berapa umur lo :19

Umur anda 19
_____________________________________________________________________________

Yah itu masih program sederhana, lo bisa ubah program diatas menjadi program yang lebih komplekss. Oh ya satu hal yang perlu lo ingat, bahwa sifat JAVA itu Case Sensitive, artinya membedakan besar kecilnya tulisan huruf itu, jadi tulisan Saya, saya, SAYA dan SaYa itu beda, JAVA gak kayak VB/Pascal/C, karena JAVA MEMANG BEDA.

Oke deh sekian dulu tutorial dari gw, semoga bisa membantu sedikit ya(sedikit loh gak banyak), sory kalo ada salah-salah, yah maklum gw juga kan masih belajar kayak lo lo semua. Okeh…

Ada nasehat dari temen gw, yaitu IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA, ILMU BISA KABUR KALAU CUMA DIPENDAM SENDIRI.

Oke, selamat belajar ya bro…

Contoh Soal Ujian Sertifikasi Oracle (OCA)…

You have issued the following statement in your Oracle database:

SQL> ALTER TABLESPACE SYSAUX OFFLINE;

Which statement correctly describes the outcome of this statement?

A.You can write data to the SYSAUX tablespace but cannot read data from it.
B.This statement fails because you cannot take the SYSAUX tablespace offline.
C.You can read data from the SYSAUX tablespace after the SYSAUX tablespace has been taken offline.
D.You cannot read data from or write data to the SYSAUX tablespace after the SYSAUX tablespace has been taken offline.

Soal diatas adalah contoh soal buat ujian Sertifikasi OCA Oracle 10g Database dengan kode soal 1Z0-042.5.3.5.

Melihat contoh soal diatas awalanya gw dengan PeDe menjawab B,namun setelah gw review ternyata jawabannya salah. Soal ini menurut gw termasuk soal jebakan, karena Tablespace SYSAUX di Oracle ternyata BISA dijadikan OFFLINE, namun yang tidak bisa adalah menjadikan Tablespace ini READ-ONLY, maksud dari read-only disini adalah , bahwa Tablespace tersebut hanya bisa dibaca namun kita tidak bisa menulis data ke Tablespace yang bersangkutan.

Selain Tablespace SYSAUX yang tidak bisa dijadikan dalam mode READ-ONLY, ada lagi Tablespace lain yang tidak bisa dijadikan dalam mode READ-ONLY, nama Tablespace ini adalah Tablespace SYSTEM.

Selain tidak bisa dijadikan dalam mode READ-ONLY, kedua Tablespace ini (SYSAUX dan SYSTEM) juga tidak bisa diubah namanya (di rename).

Selain itu yang perlu kita cermati disini adalah KITA TIDAK BISA MENJADIKAN TABLESPACE DALAM KONDISI OFFLINE JIKA DATABASE SEDANG BERJALAN DALAM MODE NOARCHIVE LOG.

Oleh karena itu kita perlu menjadikan database tersebut dalam mode Archive Log, hal ini Insya Allah akan saya bahas selanjutnya (hehe soalnya 7 menit lagi ada kuliah tambahan nih, nanti telat lagi).

So, Bagi temen yang berniat untuk mengikuti Ujian Sertifikasi Oracle (OCA = Oracle Certified Association), pelajari baik-baik contoh soal-soalnya, karena banyak soal jebakan, dan Soal-soalnya banyak yang Studi Kasus, jadi temen-temen (termasuk saya tentunya) harus sering berlatih dan berexperiment terhadap databasenya, Asal jangan datababase Perusahaan aja yang di buat mainan.

Good Luck ya, Arigatou Gozaimasu 🙂

IPK Bagi Sarjana IT.

Hmm, setelah gw melihat banyaknya lulusan di bidang IT, baik dari Teknik Informatika, Ilmu Komputer ataupun Teknik Elektro, gw sempet berfikir bagaimana ya kesempatan kerja bagi masing2 alumni tersebut.

Tingkat persaingan sangat ketat. Namun satu hal yang ingin saya cermati disini adalah mengenai IPK (Indeks Prestasi Kumulatif).

Bagi alumni di bidang IT , apakah IPK memegang peranana penting pada saat ini? menurut saya tergantung.

IPK untuk sarjana di bidang IT, menurut saya hanyalah seleksi di bidang awal saja, setelah itu keahlian(skill) lah yang diperhatikan. Selain itu ada hal lain yang menurut saya memegang peranan cukup penting yakni Sertifikasi di bidang IT.

Ada banyak sekali Sertifikasi di bidang IT, beberapa yang termasuk terkenal ialah sertifikasi Oracle, Cisco dan Microsoft. Mungkin ada yang berfikikir sertifikasi tidak perlu, yang perlu adalah skill. Sekilas dilihat memang benar , namun ketika kita mengikuti interview dengan orang yang belum kita kenal, bagaimana cara mereka mengenal kita, salah satunya ya melalui sertifikasi tersebut.

Lalu mengenai IPK bagi sarjana IT, menurut saya perlu, tapi tidak terlalu mutlak. IPK 3.10 pun menurut saya cukup, mengapa? karena IPK di bidang IT belum tentu menunjukkan orang tersebut memiliki keahlian di bidang IT lebih bagus dengan orang yang memiliki IPK dibawahnya. Karena , menurut hemat saya, mata kuliah di bidang it sendiri banyak yang bukan merupakan unsur2 IT, banyak mata kuliah yang terkesan hanya sebagai pelengkap.

Bedakan dengan sarjana di bidang Teknik misalnya seperti Teknik Kimia, menurut saya IPK tersebut memang menunjukkan kualitas dari mahasiswa T.Kimia yang bersangkutan, karena memang ilmu yang diajarkan memang berkaitan satu sama lain, dan banyak yang mengarah ke konsep (Bingung sih gimana ngomongnya , yang pasti intinya itu lah, hehe penulis gak terlalu berbakat nih).

Oleh karena itu bagi anda yang memiliki IPK yang tidak terlalu bagus , janganlah berkecil hati, Tingkatkan terus semangat belajar anda. Tingkatkan skill anda, dan keahlian lainnya yang dibutuhkan.

Ada komentar?

After chatting with Oraclers…

Tadi abis chat ama para master Oracle 10g, wah dari chatnya itu, gw sadar banget kalo sebenernya banyak banget yang belum gw ketahui mengenai Oracle.

Dapet tambahan ilmu ? Pasti banget.

Fiuh, kok gw jadi merasa bego gini yah dihadapan Orang-orang yang dah lama berkecimpung di dunia Database. Hmm semoga aja hal ini bisa memacu gw buat semangat untuk terus Belajar (Bukan hanya oracle tapi juga materi kuliah lainnya).

SAP R3

SAP R3 , yah software ERP (Enterprise Resource Planning) yang sangat terkenal, dan lagi booming. Software Muahalll banget buatan jerman ini, katanya sih dah banyak dipake ama perusahaan besar di indonesia.

Jadi penasaran secanggih apa sih ni produk, yang katanya Ngalahin pangsa pasar Oracle.

Hehe , tapi btw softwarenya aku punya loh, hehe (kok nyengir sendiri ya, yah tau lah orang indonesia). Tapi kalo buat belajar mandiri gimana? boleh dooong (wadduh pembelaan diri).

Sebenernya ada lagi sih software ERP Open Source, diantara nya yaitu Compiere, yang pernah diperagakan pas aku ikut seminar mengenai Java Enterprise dari Meruvian.

Cuma masih ngambang nih tentang SAP itu sendiri, maklum lah wong ndeso. Modulenya sih banyak banget, susah tenan.

Kata beberapa orang sih bilang, kepanjangan SAP itu, SAP = Setan Aja Pusing. (Haha ada yang nangekp maksudnya)